Bali, dari tangan orang-orang yang menjalaninya

Seni Bali yang Menginspirasi

Para pelukis yang kami kenal secara pribadi, beserta karya yang mereka jual. Tanpa markup galeri, tanpa perantara — Anda berhubungan langsung dengan senimannya.

Kenapa halaman ini ada

Bali menjual banyak sekali karya seni kepada wisatawan, tetapi sangat sedikit uang itu yang sampai ke tangan orang yang benar-benar melukis. Karya yang bagus sering berhenti di desa, tidak dilihat siapa pun, sementara toko di jalan besar menjual tiruannya.

Karena itu kami membuat halaman ini. Setiap seniman di sini adalah orang yang pernah kami temui langsung, dan yang karyanya akan kami pajang di rumah sendiri. Anda menghubungi mereka langsung, membayar mereka langsung, dan kami tidak mengambil apa pun dari penjualan itu.

Jero Wayan Amer Ambarie
Gaya Young Artists · Penestanan, Ubud

Jero Wayan Amer Ambarie · 1964

Sudah berumur enam puluhan, masih melukis di lantai studionya.

Jero Wayan Amer Ambarie lahir tahun 1964 di Penestanan, desa di sebelah barat Ubud tempat gaya Young Artists bermula. Ayahnya seorang petani yang menjadi pelukis setelah belajar dari Arie Smit, pelukis Belanda yang dorongannya membuat desa itu dikenal dalam sejarah seni rupa Bali.

Ia belajar dengan cara memperhatikan ayahnya. Sejak kecil lukisannya sudah cukup bagus untuk ikut dipamerkan — memakai nama ayahnya, seperti yang lazim pada masa itu. Tahun 1979, saat masih sekolah, ia menjadi Juara Satu lomba lukis nasional untuk pelajar di Jakarta.

Melukis membuatnya berbeda dari anak perempuan lain di desanya, dan ia nyaris berhenti. Pihak sekolah membujuknya untuk terus, dan sejak itu ia tidak pernah berhenti — melewati pernikahan, tiga anak, dan lebih dari empat puluh tahun.

Cara kerjanya masih sama seperti dulu: duduk bersila di lantai, kanvas disandarkan di depannya, lalu diisi dengan kehidupan Bali sehari-hari. Pasar ikan, hari panen, keramaian di pasir saat perahu-perahu pulang. Kalau diamati, selalu ada kelucuan yang diselipkan — anjing yang menggondol ikan, anak kecil yang lepas dari ibunya. Humor yang tenang itu sama khasnya dengan tanda tangannya di sudut kanvas.

Pameran terpilih

  • 1979First prize, National Youth painting competition, Jakarta
  • 1995Seniwati Gallery group exhibition, Grand Mirage Hotel, Nusa Dua
  • 1995Seniwati Gallery group exhibition, Media Park Sud, Cologne, Germany
  • 1996Seniwati Gallery group exhibition, Museum Puri Lukisan, Ubud
  • 1996Museum Puri Lukisan group exhibition, “The Young Artists of Bali”
  • 1996Seniwati Gallery exhibition, Bentara Budaya, Jakarta
  • 1997Kebyar Seni group show, Museum Puri Lukisan, Ubud
  • 1998Group show, Rudana Museum, Mas, Ubud

Karya terdahulu

Jero Wayan Amer Ambarie holding one of her earlier paintings
Suasana pasar desa Karya terdahulu · tidak dijual
Jero Wayan Amer Ambarie holding one of her earlier paintings
Hari pasar Karya terdahulu, bertanda tangan 2015 · tidak dijual

Anda Seniman Bali?

Pelukis, pemahat, perajin perak, penenun — jika Anda membuat karya dengan tangan sendiri di pulau ini dan ingin dilihat oleh wisatawan yang sudah mengunjungi situs ini, hubungi kami. Tanpa biaya dan tanpa komisi.

Tunjukkan karya Anda

Bali Real Vacation menampilkan para seniman ini sebagai perkenalan. Kami bukan pedagang seni dan bukan pihak dalam transaksi jual beli. Harga, kondisi karya, pengemasan, dan pengiriman disepakati langsung antara Anda dan senimannya.

Rencanakan perjalananHubungi tim lokal
Pesan